• Kumpulan kisah cerita menarik

    Tulisan-tulisan yang dimuat di sini diambil dari berbagai sumber, dan semoga bermanfaat bagi kita semua.
  • Pages

  • Arsip

  • Pilih Kategori

  • Blog Stats

    • 1,026 hits
  • Top Clicks

    • None
  • Top Posts

Che Guevara: Jagoan berpenyakit asma

Tak lekang kisah Che dikenang

Ernesto Rafael Guevara de la Serna, atau Che Guevara memang beruntung. Meski paham komunis sudah bangkrut, tampangnya yang ganteng itu masih laku dipajang di kaos-kaos aktivis, artis, hingga penggemar dangdut.

Padahal Alberto Korda atau Alberto Diaz Gutierrez yang saat itu menjadi fotografer koran Revolution, Kuba, pun hanya menganggap angin ketika mengambil gambar Che ketika itu.

Nasib Che pun lebih beruntung kalau dibandingkan dengan tokoh marxis Melayu, Tan Malaka, yang sama revolusionernya dan tajam intelektualitasnya. Sayang pahlawan nasional ini justru terlupakan sejak Soekarno berkuasa.

Kematian Che pun jelas. Setidaknya mati dan mayatnya pun gamblang. Bandingkan dengan Tan atau dr. Muwardi yang idem ditto seorang sosialis tulen, yang matinya pun tak tentu rimbanya hingga kini!

Atau jika kurang dekat, bandingkan saja dengan gembong CC PKI, D.N. Aidit, yang konon ditembak mati usai tertangkap oleh sekelompok tentara Kodam Diponegoro, Jateng setelah gagal berpetualang di Tanah Air.

Di zaman ketika komunis sudah terkubur pun buku karya pemikiran Che laris diserap pasar hingga saat ini. Hasilnya tak sedikit pembuat film yang tertarik untuk menuangkan kisah hidupnya ke atas pita seluloid. Tahun lalu saja muncul The Motorcycle Diaries karya sutradara Walter Selles.

Film bergaya komedi satir yang mendapat sambutan di Festival Sundance itu diangkat dari buku harian Che tentang perjalanannya bertualang mengendarai motor bersama sahabatnya, Alberto Granado, selama 10 bulan menyusuri Argentina, Cile, Kolombia sampai Venezuela.

Hollywood pun mencium bau uang dari kisah hidup Che. Menurut rencana 2006 sudah akan muncul film Che, garapan sutradara Steven Sodenberg yang tenar berkat karya gemilang seperti Erin Brokovich yang dibintangi aktris cantik Julia Robert.

Sayang film ini molor setahun lebih dari jadwal semula karena berbagai hal seperti pemilihan aktor, lokasi, izin syuting yang berbelit-belit dan tentu saja pekerjaan Sodenberg yang seabrek-abrek.

Sebelum itu juga ada ada beberapa film lain a.l El ‘Che’ Guevara karya Paolo Heusch, Che! yang dibesut Richard Fleischer, Che garapan Roger Donaldson, lalu Che Guevara: A Revolution Life karya Brett Ratner, Che: The Last Hours karya Romano Scavolini. Ernesto Che Guevara, the Bolivian Diary besutan Richard Dindo dan Hasta La Victoria Siempre karya Alfredo Vasco.

Che lahir di Rosario, Argentina pada 14 Juni 1928 sebagai anak kelima dari sebuah keluarga keturunan Spanyol-Irlandia. Di sela-sela kuliahnya dia sempat bertualang mengendarai motor bersama Alberto Granado.

Usai menyelesaikan sekolah kedokteran pada 1953 dia kemudian pergi ke Guatemala untuk mendukung pemerintahan Presiden Jacobo Arbanz Guzman yang berseberangan dengan politik luar negeri AS.

Setelah itu dia menyeberang ke Kuba untuk bergabung dengan kelompok Gerakan 26 Juli pimpinan dua bersaudara, Fidel dan Raul Castro. Pada 1959, mereka berhasil menumbangkan pemerintahan Fulgencio Batista dan mendirikan pemerintahan baru.

Sebagai Menteri Perindustrian Kuba, Che sempat menginjakkan kaki ke Indonesia dan bertamu ke hadapan Soekarno. Lidahnya yang tajam sempat membuat panas kuping Proklamator itu. Saat itu dia menyentil hobi kawin Yang Mulia Tuan Presiden.

Setahun setelah kunjungan ke Indonesia, Che mulai bosan dan minta izin pada Fidel untuk mundur dari kabinet dan meneruskan konsep teori Foco di Bolivia, Peru dan Argentina.

Sayang penyakit asma-disusul malaria-mendera Che. Degradasi moral pasukan hingga pengkhianatan menyebabkan gerakan ini harus berakhir di hutan Quebrada del Yuro, Bolivia, 8 Oktober, 38 tahun silam.

Ernesto Che Guevara, sang revolusioner, terperangkap dan tertangkap di Jurang Valle Serrano, Sungai Grande yang dipimpin Kapten Gary Prado, komandan peleton Bolivia Ranger.

Hari itu juga Che dibawa ke La Higuera yang letaknya kurang dari delapan kilometer dari Quebrada del Yuro. Esokan harinya, agen CIA, Felix Rodiguez tiba untuk memotret dan menyita buku harian Che.

Setelah diinterograsi semalaman, Che tetap bungkam. Malam itu juga Felix mendapat perintah eksekusi yang bersandikan Six Hundred yang dilakukan oleh seorang sersan Ranger Bolivia, Jaime Teran.

Setelah kematiannya, Che justru menjadi mitos di kalangan pengagumnya. Baik yang mengagumi dan mengikuti pemikirannya yang tertuang dalam karya-karyanya seperti Guerilla Warfare.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: