• Kumpulan kisah cerita menarik

    Tulisan-tulisan yang dimuat di sini diambil dari berbagai sumber, dan semoga bermanfaat bagi kita semua.
  • Pages

  • Arsip

  • Pilih Kategori

  • Blog Stats

    • 1,026 hits
  • Top Clicks

    • None
  • Top Posts

Kisah Heroik Tentang Pejuang Amerika Latin

Film Che Guevara dan Ikon Revolusioner

KISAH hidup Ernesto “Che” Guevara, sang pejuang Amerika Latin, dituangkan kembali dalam film. Warga Amerika Latin dan seluruh dunia yang memahat namanya sebagai ikon revolusioner menantinya dengan penuh kecemasan.
Bagaimana pun, Che dianggap tak pernah mati. Ia terus menjadi Il Comandante (Sang Komandan) yang menyalakan api revolusi.
Che Guevara tidak sekadar kisah tentang kepahlawanan dan revolusi yang membakar Amerika dan seluruh dunia.
Tapi ia juga adalah cerita tentang bagaimana keteguhan dan kepahlawanan menjadi pilihan hidup meski penuh konsekuensi.
Sutradara kenamaan Hollywood, Steven Soderbergh, menggarap epik kehidupan tokoh legendaris ini dalam film berjudul Che. Dalam bahasa latin, Che bermakna “Bung” atau kawan baik.
Tokoh Che Guevara akan diperankan aktor pujaan Amerika Latin, Benicio Del Toro. Ia dianggap paling tepat memerankan tokoh ini.


Nama Del Toro melambung berkat film Sin City, Traffic, dan The Way of the Gun. Selain Del Toro, tokoh yang juga dianggap paling pas adalah aktor ganteng Antonio Banderas.
Banderas berperan sebagai Che dalam film tentang perempuan yang mempengaruhi konstalasi politik Argentina berjudul Evita.
Di film Evita, dikisahkan kalau kemampuan politik Evita Peron, istri Presiden Argentina Juan Peron, diasah berkat pertemuannya dengan Che dalam satu bar di Buenos Aires, Argentina.
Film ini menunjukkan kalau kharisma revolusioner Che tidak hanya berkobar di Kuba. Tapi seluruh Amerika Latin mulai dari Bolivia, Argentina, Peru, hingga negara lainnya. Hidupnya didedikasikan untuk revolusi sosial dan menumbangkan rezim yang otoriter dan despotik pada rakyat.
Rencananya, Del Toro akan beradu akting dengan si cantik Franka Potente yang akan berperan sebagai Tamara Bunke, kekasih Guevara.
Potente adalah artis kelahiran Jerman, 22 Juli 1974. Ia dikenal lewat sejumlah film yaitu Creep, the Bourne Supremacy, dan The Bourne Identity.

Kantor PBB
Uniknya, salah satu lokasi suting film ini adalah kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS. Sebelumnya, kantor PBB juga dipakai suting untuk film The Interpreter yang diperankan Nicole Kidman dan Sean Penn.
“Film ini menjadikannya sebagai film kedua yang mengambil adegannya di dalam markas besar PBB sejak dibangun pada tahun 1952,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Selasa (31/1).
Kisah Che rupanya menarik hati sutradara Steven Soderbergh untuk mengangkatnya ke layar lebar. Che, yang lahir di Rosario de Santa Fe, Argentina, 14 Juni 1928 itu,menjadi tangan kanan pemimpin Kuba Fidel Castro pada masa revolusi yang membawa Castro menjadi orang nomor satu di Kuba pada tahun 1959.
Ia pernah mengunjungi markas PBB sebelum ia pergi ke Bolivia dan dibunuh di negeri itu pada Oktober 1967, menjelang meletusnya “revolusi” di negara yang mengambil nama dari tokoh pergerakan Latin, Simon Bolivar.
Adegan inilah yang kemudian menggiring Soderbergh untuk melakukan syuting di markas PBB.
Sebelumnya, PBB selalu menolak memberi izin markasnya digunakan sebagai tempat syuting demi kepentingan komersial. Sutradara film misteri dan horor, Alfred Hitchock, pernah menjadi korban penolakan itu, ketika ia memohon izin untuk mengambil setting di lobi tempat berkumpulnya delegasi PBB pada tahun 1959 dalam film berjudul North by Northwest.

Film Kedua
Film Che ini bukanlah yang pertama berkisah tentang sang revolusioner. Sebelumnya, telah beredar film berjudul The Motorcycle Diaries (judul Spanyol: Diarios de motocicleta).
Ini adalah film biografi berbahasa Spanyol tahun 2004 yang disutradarai oleh Walter Salles. Film yang temanya diangkat dari buku catatan harian Guevara dan Granado ini menceritakan perjalanan Ernesto “Che” Guevara muda dan sahabatnya Alberto Granado di wilayah Amerika Selatan.
Gael Garcia Bernal memerankan si tokoh utama Ernesto Guevara sedangkan Rodrigo de la Serna (sebenarnya sepupu kedua Guevara) memerankan tokoh Alberto Granado.
Dikisahkan, sebelum menyelesaikan gelar kedokterannya, Guevara dan sahabatnya Alberto, meninggalkan Buenos Aires untuk bepergian ke sepanjang wilayah Amerika Selatan mencari kesenangan dan petualangan, hingga mencapai tujuan terakhir Venezuela.
Sarana transportasi mereka berupa motor Norton 500 Alberto yang butut dan telah bocor yang dijuluki La Poderosa (Si Perkasa) oleh mereka.
Selama dalam perjalanan mereka menemukan banyak wilayah yang dilanda penderitaan dan kemiskinan. Pengalaman tersebut mengubah pandangan Guevara melihat dunia yang dia pikir makin tidak adil.
Perjalanan itu menghabiskan waktu lebih dari setahun dengan jarak yang ditempuh lebih dari 12 ribu kilometer, dari Argentina melewati Chili, Peru dan Kolombia hingga ke Venezuela.

Sang Revolusioner
Che Guevara dilahirkan secara prematur Sang ayah kemudian memberi nama yang sama dengan dirinya, Ernesto Guevara. Ayahnya adalah keturunan Vieroy Liniers, bangsawan Argentina yang berperang melawan diktator Juan Manuel Ramos, tapi gagal dan melarikan diri di pengasingan sekitar tahun 1850.
Pada usia 19 tahun, Che melanjutkan sekolahnya ke University of Buenos Aires sebagai mahasiswa kedokteran. Menjadi mahasiswa ternyata belum juga mengubah nasib Che. Ia tetap saja harus bekerja untuk biaya kuliahnya. Menjadi penjaga malam, wartawan untuk mingguan ultranasionalis Accion Argentina, dan juru tulis untuk sebuah perusahaan konstruksi.
Pada bulan Maret 1953, Che berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar dokter. Tapi, tidak seperti laiknya dokter, Che sama sekali tidak membuka praktek atau pun bekerja di rumah sakit. Che justru merantau dan melakukan perjalanan kembali seperti pernah dilakukan sebelumnya.
Perjalanan inilah yang di kemudian hari mempertemukan Che dengan Fidel Castro. Tepatnya, pada musim panas 1955 di Meksiko, saat Fidel masih dalam pengasingan.
Keterlibatan Che dalam revolusi Kuba dimulai. Che menjadi dokter, meski sejak semula menolak dan menganggap dirinya sebagai pejuang.
Peran Che yang demikian ini telah membawanya ke karier militer pasukan Castro dengan cepat. Setelah tiga tahun bergabung, Che sudah menjadi comandante (mayor, pangkat tertinggi dalam pasukan itu).
Sampai kemudian Che memberikan kemenangan terhormat bagi rakyat Kuba pada 4 Januari 1959. Che selanjutnya bukan lagi sebagai warga Argentina, tapi jadi warga negara Kuba yang disahkan oleh Dewan Menteri Kuba pada 9 Januari 1959. a.
Che akhirnya menemui ajalnya dalam sebuah pertempuran di Bolivia, setelah sebelumnya dia mencurahkan perhatiannya untuk kemajuan Kuba.
Yang jelas, Che tak pernah mati. Ia menjadi spirit yang membara di hati para pejuang revolusi.(yusran darmawan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: